KOMUNITASBOGOR - Suzuki Splash Club Indonesia (SSCI) kembali berpartisipasi di ajang kompetisi Drag Race 2014, Seri ke-2, yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, 31 Mei 2014 lalu.

Kali ini tim drag race SSCI menurunkan Novan Rongko (SSCI-0163) dengan di support oleh bengkel Autokey Crew. Nilai waktu yang diperoleh Novan di Seri ke-2 ini adalah 19.339 detik untuk Heat-1 dan 19.133 detik untuk Heat-2, sehingga nilai Heat Rata-rata adalah 19.236 detik, rekor ini memecahkan nilai total pada Seri 1 yaitu 19,386, dan berhasil membawa Novan menyabet Juara I.

"Hasil Seri-2 ini saya persembahkan untuk SSCI, semoga dapat meningkatkan prestasi SSCI dan memotivasi rekan-rekan SSCI lainnya untuk semakin membesarkan nama SSCI di dunia otomotif," tegas Novan.

Kesuksesan Novan membuat tim drag race SSCI optimis akan menyabet Juara 1,2, dan 3 pada Drag Race Seri berikutnya.
KOMUNITASBOGOR.COM - Kebun Raya Bogor memiliki kolam serta rawa-rawa air tawar yang airnya jernih dengan ukuran bervarias ada yang terletak diantara Kebun Raya dan Istana Bogor yang bernama kolam gunting karena bentuknya seperti gunting, kolam air mancur, kolam teratai Victoria serta pondok bakau yang merupakan tempat yang digenangi air seperti rawa-rawa dulu katanya pernah ditumbuhi pohon bakau.

Setiap kolam ditumbuhi tumbuhan air seperti ganggang, paku air, teratai dan dihuni beberapa jenis ikan antara lain : ikan lopis hitam (dulu pernah ada), braskap, ikan mas (tombro), ikan sapu-sapu, ikan mujair, sidat, belut, gurameh, lele, tawes, sepat, gabus. Ikan yang paling banyak populasinya adalah gabus, sidat, mujair dan sapu-sapu.

Ikan-ikan tersebut memiliki peran-peran penting, seperti ikan sapu-sapu pemakan lumut, mujair, braskap pemakan daun dan ganggang, gurame adalah ikan pemakan daun, lele, sidat merupakan ikan yang berperan sebagai pemangsa ikan lainnya dan gabus merupakan ikan yang berperan sebagai pemangsa yang paling ganas diantara pemangsa-pemangsa lainya.

Ikan gabus biasa hidup di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga kesawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok. Gabus menyergap mangsanya dengan cara berdiam diri disela-sela tanaman air seperti ganggang air(Hydrilla) sehingga calon mangsanya yang sedang asyik melahap lumut ataupun dedaunan mengira benda tersebut batu atau kayu atau mungkin dedaunan yang telah membusuk didasar air.

Keberadaan ikan gabus yang berhabitat dikolam Kebun Raya Bogor berperan sebagai pengendali hama secara hayati sangat menguntungkan menyelamatkan kelangsungan hidup beberapa spesies tanaman air yang dikoleksikan.

Namun hewan ini pun memiliki musuh alami yaitu manusia, kelangkaan ikan tersebut ditandai dengan adanya kerusakan beberapa jenis tumbuhan air yang berdaun lebar.
KOMUNITASBOGOR - Amorphophallus titanum atau lebih dikenal dengan sebutan Bunga Bangkai mekar di Kebun Raya Bogor. Bunga Bangkai yang umbinya berasal dari Jambi dan ditanam sejak tahun 1992 untuk ke lima kalinya ini terlihat akan mekar sekitar pukul 15.00 WIB dan mekar sempurna terjadi pada pukul 20.00 WIB.

Dr. Dian Latifah S.P., M.App.Sc peneliti Kebun Raya Bogor mengungkapkan Bunga Bangkai ini telah diamati selama hampir satu bulan, terbukti dengan tindak budidaya atau pemeliharaan rutin dan intensif siklus hidup bunga bangkai dari bunga - daun รข€“ dorman diperpendek menjadi 2 tahun.
Namun Dian menyayangkan Bunga Bangkai ini hanya 90% mengalami bukaan mekar sempurna seperti saat mekar terakhir tahun 2012.

Sekitar pukul 22.15 WIB saat dilakukan pengukuran tinggi Bunga Bangkai mencapai 178 cm, diameter saat mekar 83 cm, keliling spatha mekarnya 258 cm, tinggi tangkai bunga 28 cm, panjang spatha 31 cm, tinggi Limb atau ujung kelopak yang seperti renda 48.3 cm serta lingkar dari batas antara limb dan spatha 93.5 cm
Keunikan bunga ini spadiknya berwarna semburat keunguan berbeda dengan bunga bangkai umumnya yang lebih kehijauan atau kekuning-kuningan.
KOMUNITASBOGOR.COM -  GIMS singkatan dari Goodyear Indonesia Motorcycle Society. Perkumpulan ini lahir di Kota Bogor dan mengklaim sebagai klub tertua sepeda motor di sana.

GIMS berdiri pada 1976. PT Goodyear Indonesia sendiri, tahun ini genap berusia 77 tahun. Hingga 2012, klub sepeda motor dari perusahaan Goodyear ini beranggotakan lebih dari 500 orang. Selain melakukan kegiatan touring, GIMS kerap kali menggelar kegiatan sosial seperti kampanye safety riding.

“Kami akan selalu memperhatikan anggota-anggota dari GIMS sendiri. Salah satunya dengan pelatihan safety riding yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya, yang kebetulan mayoritas mereka menggunakan sepeda motor,” ucap Irwansyah selaku pembina GIMS.

Irwansyah pun mengharapkan dari kegiatan safety riding bisa menjadi pelajaran bermanfaat bagi semua anggota GIMS dan disalurkan kepada sesama masyarakat.  Sebagai klub sepeda motor tertua di Kota Bogor, GIMS bisa dijadikan contoh teladan yang baik.

“Ke depannya, kami akan lebih intensif, terutama dalam perekrutan anggota-anggota baru, karena tidak semua anggota GIMS adalah karyawan PT Goodyear Indonesia,” tambahnya.

Seperti diketahui, PT Goodyear Indonesia sebagai perusahaan pembuat ban mobil didirikan pada tahun 1935 di atas lahan seluas 172 ribu m2 di Bogor, Jawa Barat. Sebagai produsen ban tertua di Indonesia, Goodyear Indonsia telah memiliki pangsa pasar domestik dan ekspor ke lebih dari 50 negara.
KOMUNITASBOGOR.COM - Di perairan sekitar Merak terutama sekitar pulau Sanghiyang dan Karang Tungku 3 masih tersimpan potensi mancing dengan cara popping, meskipun tak sedahsyat di pulau Komodo namun cukuplah lumayan apabila terjadi strike, kuncinya harus rajin melakukan popping, lempar terus sampe GT-GT pada bangun!

Spot Karang Tungku 3 (Karang Hawu) bisa dicapai dari Pelabuhan Merak atau dari pelabuhan Paku Anyer. Hotspot ini berupa karang yang menonjol sampai di permukan air laut. Di karang ini memungkinkan kita untuk memancing dengan cara popping, jigging ataupun bottom fishing.

Spot ini banyak ikan besar bermain, karena ada arus yang naik yang menabrak karang tersebut yang banyak membawa plankton. Namun apabila arus sedang kencang, sangatlah berbahaya memancing di sini, karena letak karang ini di tengah-tengah laut yang dalam sehingga apabila tidak paham lokasi ini bisa terbawa arus yang kencang.

Hot spot ini berada di tengah-tengah antara Pulau Sanghiyang dan Bakaheuni, bisa dicapai via pelabuhan Merak, atau Paku - Anyer. Ibaratnya di lokasi ini seperti terminalnya ikan, banyak ikan besar beredar di lokasi ini mencari mangsa.
KOMUNITASBOGOR.COM - Tawar-menawar antara pembeli dan penjual setiap hari mewarnai Pasar Ikan Parung. Pasar seluas kurang lebih 800 meter persegi di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat, memang dikenal sebagai pusat perdagangan ikan hias. Beragam ikan ditawarkan seperti koki, arwana, blackghost, dan banyak lagi. Pehobi ikan hias di sekitar Jakarta pun kerap berburu di pasar ini.

Walau dikenal sebagai pasar ikan hias, tempat ini juga menjual jenis-jenis ikan konsumsi seperti lele, mujair, gabus, hingga lobster. Sebagian ikan-ikan tersebut ditempatkan pada kolam buatan berbentuk kotak-kotak kecil atau kantong-kantong plastik. Pembeli tinggal memilih ikan yang dicarinya.

Soal harga, berlaku tawar-menawar seperti pasar tradisional pada umumnya. Jadi pandai-pandailah menawar agar tak membeli dengan harga mahal. Sekadar panduan, para pedagang biasanya menawarkan harga 25 hingga 50 persen di atas modal. Sekantong ikan red pinsa isi 10 ekor misalnya dijual Rp 15.000 sedang sekantong ikan lemonsie isi 25 ditawarkan dengan harga Rp 25 ribu. Transaksi berlangsung relatif cepat. Sekali memutuskan tidak membeli, beberapa menit kemudian ikan sudah berpindah tangan ke peminat lain.

Pembeli juga bisa menemukan tanaman air untuk pemanis akuarium serta anakan kura-kura Brasil maupun penyu di pasar ini. Bila berminat mencari ikan hias dengan harga miring, Pasar Ikan Parung jawabannya. Namun perlu diketahui pasar ini hanya buka tiap Senin, Rabu, dan Jumat mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Gunakan juga sepatu boot karena pasar ikan ini becek.

Selain ikan, akuarium juga pantas menjadi perhatian. Belakangan ada trend baru untuk mengisi akuarium yaitu aquascape. Teknik ini mengisi akuarium dengan berbagai jenis tanaman air seolah memindahkan hutan tropis lewat media akuarium. Berbagai jenis pohon dapat diselaraskan dengan akuarium yang disesuaikan dengan jenis keinginan serta kemampuan keuangan.

Bagi para pemula mungkin dapat memilih pohon-pohon yang cukup hijau dan rimbun namun tak perlu mahal. Asal selalu memperhatikan suhu air antara 25-27 derajat Celsius serta jenis ikan dan harus memiliki media pasir selica sehingga habitat pohon tak mudah rusak. Pepohonan itu memerlukan karbondioksida dari alat khusus, cahaya ultra violet lewat lampu, dan pupuk cair. Harga tanaman hias di pasaran berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 2 juta. Namun apabila mengetahui jenisnya cukup mencari di daratan bahkan ke pegunungan.

Model akuarium pepohonan ini sudah hampir sepuluh tahun ditemukan peneliti Belanda ketika berkunjung di hutan tropis. Di Indonesia sendiri baru populer beberapa tahun belakangan ini karena biaya pemeliharaan yang mahal. Untuk akuarium berukuran besar harus merogoh kocek sedikitnya 10 jutaan dan tanamannya sendiri dijual Rp 5 juta per meter.

Aksesoris perlengkapan akuarium menjadi sesuatu yang tak terpisahkan dari akuarium. Aksesoris akan menambah keindahan akuarium. Bentuk aksesoris ini memang bermacam-macam sesuai dengan selera pecinta ikas hias seperti kulit kerang, batu-batuan, pasir, hingga tumbuh-tumbuhan baik yang asli maupun yang plastik. Bisa juga dihias dengan relief.

Berbagai aksesoris akuarium sebenarnya tak hanya berfungsi untuk hiasan. Pernak-pernik akuarium seperti batu karang misalnya bisa menjadi tempat ikan berlindung. Apalagi pada akuarium yang luas dan terdiri dari beberapa jenis ikan. Tentu saja berbagai hiasan ini harus disesuaikan dengan jenis ikan yang dipelihara. Selain itu perawatan harus rutin dilakukan agar keindahan tetap terjaga. (news.liputan6.com)
KOMUNITASBOGOR.COM - Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor memiliki pemandangan yang berbeda dari desa lainnya di Bogor. Desa Curug lebih hijau karena ada 200 kepala keluarga (KK) dari 376 KK yang berprofesi sebagai petani tanaman hias sejak tahun 1980-an.

Kalau ingin mencari bibit tanaman hias, tak usah bingung. Datang saja ke sentra pembibitan tanaman hias di Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Mencari sentra ini juga gampang. Jika Anda datang dari Depok, sentra ini bisa ditempuh kurang dari satu jam dengan kendaraan pribadi.

Lokasi Desa Curug persis di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Selain dari Depok, sentra ini juga gampang ditembus dari Ciputat ataupun dari Kota Bogor.

Sesampai di Desa Curug, mata akan menyaksikan pemandangan yang hijau. Banyak pepohonan rindang tumbuh di sepanjang jalan kampung.

Kehadiran pohon itulah yang membuat hawa Desa Curug terasa sejuk dan segar. Selain hijau, mata juga bisa menikmati keindahan tanaman hias milik warga.

Tapi jangan sembarangan memetik bunga yang ada di situ. Karena aneka tanaman hias itu adalah sumber ekonomi warga. Muhidin, ketua RT 06 Kampung Poncol, Desa Curug bilang, dari 37 kepala keluarga (KK) Kampung Poncol, sebanyak 21 KK berprofesi sebagai petani tanaman hias.

Untuk satu desa jumlah petani tanaman hias itu mencapai 200 KK dari 376 KK warga Desa Curug. "Sekarang tanaman hias sudah menjadi tumpuan ekonomi warga," kata Muhidin yang juga petani tanaman hias.

Muhidin menambahkan, warga Desa Curug sudah membudidayakan tanaman hias sejak 1980-an. Namun, usaha ini baru berkembang pesat pada 1990-an. "Saya memulai usaha ini sejak tahun 1990, meneruskan usaha milik keluarga," terang Muhidin.

Hingga kini, pria berusia 40 tahun itu sudah memiliki pembibitan aneka tanaman hias. Di antaranya adalah Sampang Dara, Anting Putri, Oliana Pucuk Merah, Jatropa, dan aneka tanaman hias lainnya.

Dalam sebulan, Muhidin bisa menjual 30.000 sampai 50.000 bibit tanaman hias. "Pelanggan utama saya adalah pengembang perumahan," terang Muhidin.

Pelanggan Muhidin tidak hanya dari Jakarta saja, tapi juga datang dari Denpasar, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, dan tentu saja Bogor dan sekitarnya.
www.komunitasbogor.com
KOMUNITASBOGOR.COM - Aktivitas memancing memang salah satu kegiatan yang banyak diminati banyak orang. Kegiatan ini juga yang digemari para pemancing asal Bogor yang bergabung dalam Komunitas Kail Bogor. Forum yang terlahir di Kota Bogor ini telah mendedikasikan diri untuk berkumpul, memancing dan mempertahankan ekosistem air baik air tawar maupun lautan lepas.

Forum kebersamaan yang terlahir sebagai wadah berkomunikasinya para anggota Komunitas Kail Bogor itu juga bersepakat untuk terus berbuat positip bagi masyarakat. Salah satunya adalah ikut menyukseskan kampanye makan ikan di wilayah Bogor demi mencerdaskan generasi penerus bangsa. Bukti kongkretnya, saat berkumpul, para anggota berswadaya membeli benih-benih ikan konsumsi dan melepasnya di sejumlah sungai, setu maupun kolam.

“Komunitas Kail Bogor didirikan pada tanggal 22 November 2011 sebagai buah dari kesepakatan sejumlah senior pemancing di Bogor. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan sebagai wahana pertukaran informasi di antara para pemancing demi memupuk kebersamaan,” ujar Billy Adhiyaksa, ketua Komunitas Kail Bogor.  

Terlahir di kota hujan Bogor, kata RB sapaan akrabnya, Komunitas Kail Bogor diharapkan bisa menjadi embrio adanya persamaan persepsi di kalangan para pemancing. Dengan mengusung visi memupuk kebersamaan sesama pemancing, Komunitas Kail Bogor juga diharapkan bisa menjembatani kepentingan para pemancing dan para penyedia jasa pemancingan maupun travel.

“Anggota komunitas diisi oleh pehobi mancing dari latarbelakang dan profesi yang berbeda. Saat ini sudah 421 orang pemancing menyatakan bergabung dan menjadi keanggotaan. Setiap satu bulan sekali kami berkumpul di lokasi pemancingan yang disepakati atau bersilaturahmi ke rumah para anggota,” kata Billy.

Komunitas ini, jelas Billy, juga memiliki niat untuk menjadi jembatan sosial perorangan, perusahaan atau instansi untuk ikut memelihara ekosistem air tawar di wilayah Bogor dengan mengajaknya menebar benih ikan. Pola kebersamaan ini telah dilakukan sejak komunitas ini berdiri di Bogor.

“Sebisa mungkin kami melakukan penyebaran benih ikan konsumsi di wilayah Bogor. dengan begitu, ekosistem air tawar tetap terjaga. Biasanya anggota yang hajat dengan rekan-rekan seprofesinya. Jadi, pemancing di Bogor pasti dapat ikan saat memancing, keluarganya sehat makan ikan, ekosistem juga tetap terjaga,” jelasnya.

Kegiatan sosial itu hanya salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan sebenarnya yakni memancing. Nyaris setiap minggunya, para anggota melakukan aktivitasnya di sejumlah kolam pemancingan. Melalui wahana ini, para pemancing bisa bertukar informasi seputar memancng, mulai dari membicarakan spot memancing hingga trik umpan jitu.

“Pada dasarnya memancing ikan amat tergantung kepada masing-masing keinginan pemancing itu sendiri. Ada yang suka memancing Ikan Nila di kawasan Cijeruk, ada yang gemar mengail ikan Patin di Cimulang, bahkan ada juga yang sebulan sekali rutin melaut di Ujunggenteng. Saat berkumpul, cerita mereka beragam dan akhirnya berbagi pengalaman dalam forum,” ungkapnya.

Selain kerap bersama-sama memancing, di waktu senggangnya, para anggota juga terus menambah wawasannya dengan menggali berbagai informasi tentang kegiatan memancing, kegiatan sosial yang bisa dilakukan hingga bersepakat menjalin kebersamaan dalam suka maupun duka.

“Kesolidan para anggota sendiri terus terbangun. Semua anggota punya hak untuk menelurkan terobosan dan kegiatan positip. Para pemancing senior biasanya yang memberi bumbu, sehingga harmonisasinya tetap terjaga,” paparnya. 

Untuk menjaga komunikasi berjarak, komunitas ini juga bisa diakses di www.komunitaskailbogor.com. Website berisi berbagai informasi itu diharapkan bisa menjadi panduan bagi warga yang ingin memulai aktivitas memancing dan bergabung bersama komunitas yang juga banyak diisi pecinta lingkungan itu.
www.komunitasbogor.com
KOMUNITASBOGOR.COM - Berkaryalah selagi kita masih bisa berkarya. Begitulah kalimat yang menggambarkan komunitas Bogor Kreatif yang berada di Jalan Tentara Pelajar, No 4, Bogor. Digagas Nurdin atau akrab disapa Bim-bim.

Komunitas ini mengubah barang-barang bekas menjadi karya seni yang  bernilai tinggi dan banyak diminati. Berawal pada 1997, pria asli Bandung ini menyulap ranting menjadi bentuk unik dan kreatif, seperti kartu ucapan dan aksesor.

Pada tahun 2000  Bim-bim memutuskan hijrah ke Bogor dan mencoba menjajakan kerajinan daur ulang di kawasan Jembatan Merah. Sebelum hijrah ke Bogor, Bim-bim datang ke Jakarta. Sampai akhirnya turis Malaysia tertarik pada hasil karya kreatifnya.

Bogor Kreatif yang didirikan pada 2003 lalu bertujuan meningkatkan lapangan kerja (penampungan putus sekolah) yang dapat memacu peningkatan perekonomian daerah.Berbagai macam handycraft suvenir terus diproduksi dan dikembangkan dengan memanfaatkan limbah atau barang bekas, seperti kayu, kertas, ranting, biji-bijian dan serat.

Pesanan tak pernah sepi menghampiri, terutama kartu undangan dan pernak-pernik hiasan dinding. Selain itu, masih banyak hasil kerajinan daur ulang lain yang menghiasi galeri Bogor Kreatif, di antaranya tempat pensil, tatakan gelas, frame, kotak perhiasan, kotak kado, boneka batik, wayang-wayangan, lampu meja dan tas tangan.

Kualitas barang yang bagus dan bentuk yang unik kian menambah Bogor Kreatif semakin dikenal di masyarakat, khususnya Bogor. Berbagai kegiatan, seperti pameran, pun turut serta membesarkan nama Bogor Kreatif di luar Bogor bahkan sampai luar negeri.

“Kegiatan dari hobi ini mampu mendatangkan penghasilan lumayan setiap bulannya,” katanya.