KOMUNITASBOGOR.COM - Jungleland Theme Park sebagai alternatif rekreasi yang memiliki luas area 35 hektar ini seakan tak henti - hentinya berinovasi memberikan yang terbaik dengan nilai tambah lebih melalui permainan dan tantangan yang memiliki nilai edukasi.
Kini Jungleland menggelar Launching Boat Blaster yang dihadiri Dinas Pariwisata bersama Mojang Jajaka Kabupaten Bogor 2014, Muspika Babakan Madang, pihak PT. Kalbe Farma Yusuf Hadi, di depan area wahana Boat Blaster serta puluhan awak media cetak dan elektronik lokal dan nasional bertempat di depan area pintu masuk Wahana Boat Blaster, Sabtu (7/6/2014) siang.
"Menjelang liburan sekolah tahun ini, kami menghadirkan kembali satu wahana paling seru, yakni Boat Blaster sebagai wahana terbaru dan pertama di Indonesia, sekaligus komitmen kami dalam memberikan alternatif rekreasi yang memiliki nilai tambah lebih bernilai edukasi," kata Atang Wiharna selaku CEO Marketing Jungleland Theme Park, Sentul City.
Dirinya menambahkan di awal bulan Juni ini, tepatnya tanggal 8 Juni 2014, wahana baru bernama Boat Blaster resmi di launching berupa 6 buah kapal air yang mampu mengangkut 8 dewasa dan anak-anak dilengkapi dengan water gunyang siap digunakan untuk berperang air di atas lintasan sepanjang 149 meter. Pengunjung dapat menembakkan air dari water gun yang ada di setiap kapal air kearah lawan yang juga dilengkapi dengan water gun yang tersedia disekeliling lintasan.
Kehadiran Wahana Boat Blaster ini, lanjut Atang, akan menjadi daya tarik lebih bagi setiap pengunjung yang datang ke Jungleland Theme Park Sentul City dan memberikan pengalaman baru yang berbeda. Selain itu, pihaknya juga menghadirkan wahana lainnya yang juga baru pertama kalinya ada di Indonesia, seperti Air Race dan Dis'O yang dapat memacu adrenalin. Termasuk wahana bagi anak-anak seperti Water Flume, Mini Bumper, Mini Drop, Harvest Time serta 9 wahana yang tengah dipersiapkan dalam tahap pembangunan.
"Tentu saja ini akan bertambah menjadi 41 wahana seru di Jungleland Theme Park Sentul City. Dan, perlu kami sampaikan bahwa pengunjung kami sudah mencapai satu juta pengunjung selama satu tahun ini," tambahnya, dilanjutkan dengan prosesi gunting pita, pelepasan balon berhadiah dan mengarungi lintasan perang air melawan bajak laut.
Sesaat setelah peresmian, nampak ratusan pengunjung yang tak sabar inging berpetualang seru di Wahana Boat Blaster tak ingin ketinggalan dalam antrian cukup panjang. "Permainannya sangat seru, saya sudah tembak pakai water gun dari kapal air tapi teman saya membalas menembakan water gun dari sekeliling lintasan. Ya jadinya basah semua bajunya," kata penyandang Juara Pertama Mojang Jajaka Kabupaten Bogor, Farhan.
05.05 /
0
komentar
/
Read more
KOMUNITASBOGOR - Nama Pura ini, Parahyangan Agung Jagatkharta, mempunyai arti Alam Dewata yang sangat sempurna kesuciannya. Pura ini merupakan pura terbesar di Jawa Barat dan merupakan istana dari Prabu Siliwangi dan seluruh leluhur Jawa Barat.
Pura ini setiap minggunya banyak dikunjungi oleh peziarah baik dari Bogor, luar Bogor bahkan dari luar Provinsi Jawa Barat (terutama dari Bali).
Pura ini terletak di Kecamatan tamansari Kabupaten Bogor. Berdirinya sang pura di Gunung Salak ini bukan tanpa alasan. Karena di sinilah konon kerajaan Hindu tanah Sunda yang termasyur pernah berdiri. Kerajaan Padjadjaran dibawah pemerintahan Prabu Siliwangi.
Akses jalan dari kaki Gunung Salak menuju pura sudah diperlebar. Sehingga kendaraan kami bisa mencapai pura dengan mudah.Namun karena banyaknya umat yang akan datang untuk mengikuti upara Ngenteg Linggih atau peresmian pura, panitia mengharuskan seluruh kendaraan parkir jauh dari areal pura.
Di bangunnya pura Salak di daerah ini memang bukan tanpa alasan. Konon di tanah inilah Prabu Siliwangi sang Raja Padjadjaran yang membawa kemasyuran bagi tanah Sunda pernah berdiam.
Bahkan ada yang percaya di tempat ini Prabu Siliwangi menghilang bersama para prajuritnya. Hingga akhirnya sebelum membangun pura, umat Hindu lalu memutuskan untuk membangun terlebih dulu candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Sebagai penghormatan terhadap Kerajaan Padjadjaran, Kerajaan Hindu terakhir di tanah Parahyangan.
Sebagian peninggalan itu diantaranya kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Jejak kaki sang raja bahkan tercetak pada sebuah batu yang lalu dikenal sebagai prasasti Ciaruteun.
04.51 /
0
komentar
/
Read more
KOMUNITASBOGOR.COM - Wahana Wisata Penangkaran Rusa (WWPR), berdiri sejak tahun 1993 di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor. Atau sekitar 1,5 jam bermobil dari Cibubur, Jakarta Timur, melalui Jalan Raya Jonggol-Cileungsi.
Dahulu, WWPR ini dikenal sebagai Penangkaran Rusa Cariu karena, sebelum pemekaran wilayah, lokasinya masuk Kecamatan Cariu, Bogor.Menurut Rachmat, di WWPR kini ada sekitar 70 rusa. Populasi rusa di sini memang dibatasi, disesuaikan dengan luas areal penangkaran yang merupakan sebuah bukit kecil dengan hutan pinus dan semak belukar. Luasnya hanya lima hektar dengan populasi ideal satu hektar untuk 10 sampai 15 rusa. Selain lima hektar lahan untuk tempat tinggal rusa itu, di WWPR masih ada dua hektar lahan yang dikhususkan untuk penanaman/pemeliharaan rumput, deposit makanan utama rusa. Selain itu, masih ada lagi dua hektar lahan yang bisa digunakan untuk berkemah atau melakukan aktivitas wisata alam lain bagi para pengunjung.
Menurut Koordinator Wisata KPH Bogor Tri Ernawati, WWPR memang dibuka untuk umum. Untuk menikmati keelokan rusa-rusa di sana, pengunjung harus membeli karcis masuk sebesar Rp 2.500 per orang. Kalau ingin melakukan aktivitas wisata alam seperti hicking atau out bound, setiap peserta dikenai biaya tambahan Rp 3.000 per orang. Jika ingin berkemah, pengunjung dikenai biaya sewa lahan Rp 300.000 per hari per rombongan. Warga negara asing dikenai Rp 15.250 per orang untuk tiket masuk saja.
04.49 /
0
komentar
/
Read more
KOMUNITASBOGOR.COM - Bogor memiliki alternatif tempat wisata yang relatif baru. Tujuan baru ini diyakini mampu mengetuk hati dan menambah wawasan untuk bisa hidup lebih dekat dengan alam.
Kompleks wisata budaya Sunda Bogor yang berlokasi di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Di sini, dapat dilihat dari dekat sekaligus tinggal di dalam rumah-rumah bergaya arsitektur tradisional Sunda.
Dengan luas lahan 8.600 meter persegi, di kompleks KBS saat ini ada 28 bangunan. Sejatinya, dalam sebuah kampung adat Sunda dahulu, bangunan-bangunan itu untuk dihuni dan digunakan pupuhu (kepala adat), panggiwa (pembantu ahli pupuhu), beserta kokolot (para tokoh adat).
Bangunan-bangunan itu dulu digunakan sebagai wadah aktivitas mereka (dan keluarga) sehari-hari, serta menjalankan roda pemerintahan masyarakat atau komunitas adatnya, termasuk menyelenggarakan ritual/ upacara-upacara adat.
Menurut Ahamat Mikami Sumawijaya pupuhu KBS, setelah terputus lebih dari 32 tahun, tradisi adat yang menjadi daya tarik wisata kini mulai rutin digelar. Beberapa di antaranya adalah Seren Taun. Pekan lalu, KBS mengelar perhelatan Seren Taun untuk empat kalinya.
Selama menginap di KBS, wisatawan bisa menikmati sekaligus belajar kesenian Sunda Bogor klasik, pencak silat, atau mengikuti aktivitas keseharian penduduk desa, seperti bertani di sawah atau menumbuk padi.
Yang menarik, ada paket wisata penelusuran situs-situs purbakala peninggalan Kerajaan Sunda Pajajaran.
04.46 /
2
komentar
/
Read more